Kamis, 23 Oktober 2008

Agar Pergaulan Tetap Lestari


Nabi Muhammad memberikan enam resep tata pergaulan sehari-hari supaya tetap lestari. Buktikan keakraban persaudaraan antara sesama muslim dengan cara :
Pertama, kalau orang lain mengucapkan salam, maka harus dijawab dengn salam. mengucapkan salam adalah sunah, tapi menjawab slaam adalah wajib; fardhu kifayah, kecuali slam ketika sholat tidak perlu dijawab. Ada ketentuan slam tidak boleh diucapkan kepada non-muslim.
Kedua, kalau orang lain mengundang, penuhi undangannya. Secara khusus agama menganjurkan dua acara keluarga melibatkan orang lain; walimatul nikah dan walimatul aqiqah. Nikah dalam ajaran Islam tidak boleh sirri atau dengan sembunyi-sembunyi, tapi harus dipublikasikan. Dalam ajaran Islam jika seorang bayi lahir, maka di hari ketujuh disunatkan untuk; mencukur rambut, mengumumkan namanya dan aqiqah; yaitu menyembelih seekor kambing untuk bayi perempuan dan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki.
Ketiga, Kalau orang lain meminta nasihat, atau saran berikanlah nasihat seperlunya. Jangan sampai orang yang sedang mengalami kesulitan dan menumpahkan kesulitnya kemudian diperberat. Sampai Nabi mengatakan kalau ada temanmu menceritakan mimpinya yang jelek berikan tafsiran yang baik supaya tidk putus asa dan menjadi pesimis. Berikanlah orang lain harapan-harapan dan rasa optimis dalam menjalankan kehidupan. Hal ini perlu dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya.
Keempat, kalau orang lain bersin dan mengucapkan "alhamdulillah", maka di jawab "yarhamukallah".
Kelima, kalau orang lain sakit doakan dan kunjungi. Kalau mengunjungi yang sakit dianjurkan untuk tidak membebani keluarga yang sakit, baik material ataupun moral. Bahkan lebih baik membantu meringankanya.
Keenam, Kalau orang lain meninggal dunia, maka antarkanlah sampai kekuburanya. Kalau ada orang yang meninggal dunia, walaupun orang itu tidak beres, maka ucapkanlah inna lillahi wa inna illaihi raji'un. Tapi jika orang meninggal dunia non-Muslim, janganlah mengucapkan inna lillahi wa inna illaihi raji'un. Kalau ada orang yang membawa jenazah dan melewatinya dianjurkan untuk berdiri, walaupun yang meninggal dunia non-Muslim. Jika melihat mayat dianjurkan untuk menutup mulut dan matanya, kemudian tanganya harus disimpan di dadanya. Selanjutnya dimandikan, dikafani, dan dikubur. Jika mayat akan dikubur, jangan ada barang apapun yang dibawa kecuali kain kafan. Bahkan makampun jangan dibuat mewah, boleh ditembok itupun hanya pinggirnya saja. Begitu juga dengan peti mayat, jika mayat dalam keadaan normal lebih baik tidak menggunakan peti. Apabila menggunakan peti, maka dalam peti harus diberi tanah.
Jika petunjuk-petunjuk diatas dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kehidupan antara sesma Muslim akan terjelma kehidupan yang harmonis. Dengan begitu manisnya ukhuwah akan terasa..

Tidak ada komentar: