Rabu, 10 Desember 2008
Up Grade Amalan Yaumiyah Qta yuk!
Ukhtifillah, amalan yaumiyah adalah charger harian qta. Meski charger mingguan (mentoring_red) jalan terus, amalan yaumiyah juga butuh qta jaga, pelihara, dan tingkatkan. Amalan yaumiyah inilah yang menjaga qta keep in touch dengan Sang Pemilik Alam. So lebih bagus klo antuna punya targetan amalan yaumiyah, baik untuk pribadi, kelompok ataupun organisasi. Standarnya, qta punya targetan amalan yaumiyah. Biasanya terdiri atas targetan tilawah, shalat dhuha, shalat berjamaah, shalat rawatib, qiyamul lail, shaum sunah, al-ma’tsurat, hafalan qur’an/hadist, ayyamul bidh, baca buku (biar cerdas), riyadhah (biar sehat), jeung sajabina. Nah, untuk membantu qta mengevaluasi pelaksanaan amalan yaumiyah ini baiknya punya lembar/buku mutabaah pribadi. So, bisa tau perkembangan amalan yaumiyah pribadi.
Beberapa amalan ada yang khusus dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, nah coba qta simak lagi yuk! Sekedar mengingatkan biar lebih semangat!
Hari-hari Spesial Dalam Seminggu…
Senin & Kamis
Nah yang ini pasti dah pada bisa nebak. Yups, Puasa sunnah Senin & Kamis. Rasulullah Bersabda,”Amal perbuatan itu diungkap pada hari senin dan kamis, maka aku ingin ditampakkan amalku sementara aku sedang berpuasa.”(HR. At-Tirmidzi).
Jum’at
Rasul saw bersabda, “Sebaik-baik hari adalah hari Jum’at, pada hari itu diciptakan Adam, dimasukkan ke dalam surge, dan pada hari itu Beliau dikeluarkan dari Syurga.” (HR.Muslim). Pada hari ini dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, karena ia adalah sebaik-baik hari. Abu Hurairah ra. Berkata : “Rasulullah saw ketika membicarakan tentang hari Jum’at berkata: pada hari itu ada saat tiada muslim yang sedang shalat bertepatan pada saat itu, lalu meminta-minta kepada Allah, melainkan dapat dipastikan Allah akan memberinya. Tetapi saat itu sangat sebentar.” (HR. Bukhari-Muslim).
Selain itu mandi pada hari jum’at juga ada keutamaannya lho, khususnya buat kaum Adam. Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang itu mandi pada hari Jum’at, bersuci dengan sucian, mengambil kayu pengharum atau memakai parfum, kemudian keluar dengan tidak memisahkan diri, lalu shalat jum’at dan tidak berbicara saat imam khutbah, niscaya akan terampuni dosanya sampai jum’at berikutnya.” (HR.Bukhari).
Membaca surat Al-Kahfi juga dianjurkan pada hari ini. Rasul saw bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, ia akan diterangi hidupnya diantara dua jum’at.” (Al Bani mengatakannya sebagai hadist shahih).
Ayyamul Bidh (tgl 13,14, & 15 pada bulan Qomariah).
Pada tanggal pertengahan bulan tersebut disunahkan untuk berpuasa. Dari Abu Hurairah ra., Ia berkata, “Aku diberi wasiat oleh Rasulullah atas tiga perkara: puasa tiga hari tiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari). Dalam riwayat At-Tirmidzi tiga hari itu tanggal 13, 14, 15 pada bulan itu.
Amalan Yaumiyah di Bulan Tertentu
Bulan Sya’ban
Dari Aisyah ra. Berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasanya satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat Beliau memperbanyak puasa (sunnah) melebihi bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari)
Dari Aisyah ra. Berkata, “Tidak pernah Rasulullah saw berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari puasanya dalam bulan Sya’ban adakalanya sebulan penuh, dan adakalanya hampir penuh hanya sedikit yang tidak puasa.” (HR. Bukhari & Muslim)
Bulan Dzulhijjah
Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda: “Tiada suatu hari dimana seseorang beramal shalih didalamnya lebih disukai oleh Allah daripada hari-hari ini, ialah sepuluh hari awal Dzulhijjah. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah meskipun jihad fisabilillah?” jawab nabi: “meskipun jihad fisabilillah, terkecuali jika seseorang keluar dengan membawa semua hartanya dan tiada kembali dengan apa-apa (yakni habis jiwa dan harta bendanya)” (HR. Bukhari)
Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari Arafah. Hari ketika jama’ah haji sedang wukuf di Arafah. Jangan khawatir, meskipun belum berangkat haji saat ini masih ada amalan yang bisa qta lakukan sebagai penggantinya. Suatu ketika Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, Beliau menjawab, “Dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).
Bulan Muharam
Pada tanggal 9 & 10 Muharam disunahkan Puasa Tasu’a dan Asyura. Sesungguhnya Rasulullah ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” Rasulullah saw juga bersabda, “Sekiranya tersisa umurku sampai tahun mendatang, niscaya aku akan puasa hari Tasu’a.” (HR. Muslim).
Rasul bersabda, “Dan puasa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharam.” (HR. Muslim)
Abu Hurairah ra. Berkata: Rasulullah saw bersabda: “seutama-utama puasa sesudah Ramadhan ialah puasa bulan Muharam, dan seutama-utama shalat sesudah fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
Bulan Ramadhan
Klo bulan yang satu ini, insyaAllah dah pada tau khan? Yups, dibulan ini amalan harian qta of course puasa, wajib itu. Rasul bersabda: “Barangsiapa berpuasa bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Muslim)
Selain puasa, pada bulan ini dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Dari Ibunu Abbas ra berkata, “Rasulullah adalan orang yang paling dermawan, dan beliau banyak berderma pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Qiyamul lail pada bulan ini keutamaannya juga dasyat. Rasul bersabda, “Barangsiapa QL pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan, niscaya akan terampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)
Nah, biasanya klo Ramadhan ramai benar orang beritikaf. Seperti dicontohkan Rasulullah. Dari Abdullah Umar ra bekkata: “Rasulullah saw selalu beritikaf pada sepuluh hari terakhr dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Tilawah Qur’an pada bulan Ramadhan juga punya keistimewaan tersendiri. Sesungguhnya Jibril selalu mengulang bacaan Al-Qur’an kepada Nabi tiap setahun sekali (pada bulan Ramadhan). Jibril mengulang Al-Qur’an dua kali pada tahun wafat Nabi saw. Ukhtifillah, imam Syafi’I khatam Qur’an 60 kali lho pada bulan Ramadhan.Subhanallah ya? Qta? (Ask to ur self).
Pada Lailatul Qadr dianjurkan untuk berdzikir, berdoa, dan QL. Aisyah ra. Berkata: “Wahai Rasulullah seandainya aku menjumpai lailatul qadr, apa yang harus aku ucapkan malam itu? Beliau menjawab, “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun suka terhadap ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. At-Tirmidzi). Rasul saw bersabda, “Barangsiapa shalat malam pada malam lilatul qadr dengan keimanan dan penuh perhitungan, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari)
Akhwat Cakep
Siapa kita? Apakah kita hanya seorang dengan label aktivis dakwah kampus dengan segudang kegiatan? atau seorang akhwat jilbab rapi yang penuh amanah?
Apa yang telah kita lakukan? Apa yang membuat kita begitu bangga dan pongah dengan semua itu? Apakah Allah memang sudah menjadi tujuan utama kita? Apakah memang kasih sayang Allah untuk kita? Atau kita hanya seseorang yang bangga dengan sebutan akhwat tanpa upaya perbaikan diri?
Lihat lah fenomena di kalangan akhwat saat ini, ikhtilat, VMJ, chatting,ruh yang kosong, seorang ukhti pernah bercerita tentang sosok akhwat yang saat ini sudah sangat jauh dari figur seorang aktivis dakwah, ana tidak menyalahkan dia, dia sama sekali tak bermaksud mengeluhkan saudari saudari seiman, namun kecintaannya membuat dia prihatin dengan semua yang terjadi saat ini. Kita sering kali menyalahkan para ikhwan yang terkadang menganggap akhwat terlalu kuat, sangat militan sehingga kadang sesuatu yang sebenarnya ikhwan yang sanggup melakukannya dilakukan oleh akhwat, namun apa itu lantas membuat kita lupa bercermin diri? Lihatlah fenomena kader dakwah yang begitu menurun semangatnya, Jika saja kita bisa mengambil hikmah dari hal hal yang terjadi di sekitar kita, bercermin pada saudara kita,.
Jika ada istilah ikhwan GANTENG,(http://www.dudung.net)
Seharusnya juga ada istilah akhwat CAKEP
Confidence
Tentu saja c yang ana maksud di sini bukan chatting yang saya bicarakan diatas….tapi Confidence. Fenomena akhwat saat ini terjadi karena kurangnya rasa percaya diri, bahkan ada seorang ukhti yang menolak saat hendak di beri adik binaan/ adik mentor, dengan alasan belum siap, lantas mau menunggu sampai kapan? Apa kita mau menjadi aktivis ketinggalan yang perlu lama menjadi dewasa di jalan ini? Atau aktivis yang tak pernah dewasa?Ya… memang banyak orang yang masuk ke jalan ini, namun terkadang ia hanya berdiri saja di tepi tanpa mau melanjutkan perjalanannya dan melihat saja orang orang yang berlalu lalang.
Adroit,Tangkas
Akhwat tangkas yang bisa membaca situasi. Sungguh banyak akhwat yang kuper, tidak tahu perkembangan saudara saudara saudara seimannya di berbagai belahan dunia. Bahkan menjadi orang yang tidak di perhitungkan dimasyarakat, ana sungguh simpati dengan seorang akhwat yang tidak hanya aktif di kampus, namun juga di pandang di masyarakat karena kepintarannya bergaul, tapi jangan sampai menjadi akhwat yang kelewat gaul sehingga kita melupakan norma norma dan aturan, sehingga tak ada lagi figur seorang akhwat saat kita berada di masyarakat
Ana jadi ingat penuturan beberapa teman, ada akhwat yang tidak nampak “ tarbiyah” nya saat berada diantara teman-teman nya. Tak ada maksud ghibah disini, karena sesungguhnya harapan teman-teman kita tersebut adalah jua harapan Allah pada diri kita. Sepakat?
Kindness
Pernah dengar akhwat ketus? Judes?
Sesungguhnya warna celupan Allah itu indah bila di bingkai dengan keislaman, lihat saja Umar yang tetap keras atau abu bakar yang lembut setelah keislamannya tetap dengan karakter mereka , dan sungguh indah Rosulullah menggambarkan kedua sifat mereka tersebut.seperti ungkapan Salim A.Fillah” alangkah sunyinya dunia jika semua seragam, biarkan semua melekat sesuai yang Allah lekatkan pada diri kita, maka akan tetap ada akhwat jago karate seperti Nusaibah binti Ka’ab yang menyertai Rosulullah kemanapun beliau bergerak di medan perang, akan tetapi ada yang berkepribadian kuat dan berani seperti Ummu Hani’ binti Abu Thalib, tetap ada yang suka bermanja dan ceria seperti Aisyah, ada yang tetap bisa membentak dan tertawa terbahak seperti Hafsah akan tetapi ada yang lembut dan kleibuan seperti Khadijah”
“Celupan warna Allah . dan siapakah yang lebih baik celuipan warnanya daripada Allah. Dan kepada Allah saja kami beribadah”(Al Baqarah 138)
Namun yang kita bicarakan adalah karakter, jauh berbeda dengan sifat, yang bisa kita rubah, jadi tidak ada lagi akhwat judes (tegas tetep kudu), suka ngerumpi, berkata kasar hingga menyakiti saudara dengan alasan itu semua karena dari “sononya”…..atau akhwat yang kelewat tomboy, memang ada beberapa akhwat yang terlihat “gagah” atau suka mengenakan sepatu kets, namun sangat berbeda bila kasusnya adalah menggagahkan diri karena ingin disebut tampan?(maksud lo?) ya itu, kadang kita suka disebut akhwat kesatria sehinga menggagah gagah kan diri, baik cara berjalan ataupun saat berbicara. Atau akhwat yang kelewat tangkas sehingga selalu membantah qiyadah dengan alasan ia berkarakter kritis.nah lo?
Exclaim
Menyerukan. Aslih nafsaka, wad’u ghairaka. Perbaiki diri sendiri lantas seru orang lain, kalau kita selalu menunggu perbaikan diri lantas baru menyatakan kesediaan untuk menyeru sampai kapan gituuuu?, ingat, kita bukan orang suci, namun orang orang yang insya Allah selalu memperbaiki diri, dan saat kita menyeru kepada orang lain yakinlah saat itu akan seiring juga dengan usaha kita untuk memperbaiki diri, dan jangan putus asa dengan ampunan Allah, teruslah bertaubat dan tingkatkan ibadah, jadikan orang orang di sekitar kita cermin, antum akan tahu kondisi ruhiyah antum dengan memperhatikan sikap saudari saudari antum. Maka saat antum merasa jauh dari saudari saudari, cek lagi kedekatan antum dengan Allah. Tips yang mudah bukan. Kita akan tahu posisi kita di sisi Allah dengan melihat posisi Allah di hati kita.ok ukhtyfillah?
Patient
Patient disini bukan sakit, tapi sabar. Saat kita merasa kaki ini tak kuat lagi berdiri disini, yakinlah itu bukan karena kita lemah, namun karena kita tidak menyerahkan semuanya pada si pemilik semua kemudahan, mengadu saja padanya bahkan seorang Rosullullah saja mengadu pada Nya saat ia merasa goyah, apalagi kita, mungkin ada saatny kita merasa saudara sadara kita tidak mengerti kondisi kita, atau kita merasa tak sanggup memikul sebuah amanah, jangan berbalik saudariku, jika kita keluar dari jalan ini, hidayah tuhan mana yang kita harapkan, jika saja Allah mencabut nikmat iman dan hidayah ini dari hati kita, tuhan mana yang sanggup mengembalikan?
Tiap kita pernah putus asa, tiap kita pernah lemah, namun tak berarti itu menyurutkan niat kita menuju cahaya Nya.ALLAHUAKBAR!!!!!
Sesungguhnya semua ini adalah jua sebuah cermin diri bagi ana. Keep spirit, keep fight saudariku.
Taken from : vitri-zone.blogspot.com
Ukhti, jadilah setegar karang yang meski dikikis ombak tetap tegar berdiri, tegak menyongsong terbitnya fajar. Perjuangan ini tak semudah membalikan telapak tangan, padanya perlu pengorbanan. Jadilah akhwat tangguh yang tak gentar meski beban yang kau pikul amatlah berat. Yakinlah janji Allah pasti bagi para pejuang sejati, jannahnya merindukan kehadiranmu.
Perjuangan ini adalah proyek besar membangun pilar-pilar kebangkitan islam. Perjuangan ini membutuhkan orang-orang yang gesit dalam berdakwah. Bukan orang yang bermalas-malasan dan melalaikan amanah. Bukan pula orang-orang yang banyak beralasan untuk bergerak. Mobilitas yang tinggi hendaknya dimiliki setiap da’i/da’iah. Pejuang sejati harus sigap menanggapi semua permasalahan.
Semangat ukhti! Mujahidah-Mujahidah sejati tak kenal kata menyerah, teruslah berjuang!
Qo Shalatnya Ga Pake Mukena?
Ukhitifillah, sebagaimana telah qta ketahui bahwa salah satu syarat sahnya shalat adalah menutup aurat. Namun, sebagian besar orang
Qta runut yuk! Sebenernya tujuannya pake mukena itu
Sudah menjadi ijma’ para ulama sepanjang zaman, bahwa batas aurat seorang wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua tapak tangan. Dalam bahasa arab dituliskan begitu: wa “auratunnisa”i sairu jasadiha illa al-wajha wal kaffaini. Artinya: dan batas aurat wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajahnya dan kedua tapak tangannya.
Namun seringkali karena kesalahan penerjemahan, akhirnya muncul kerancuan pemahaman. Al-kaffaini sering diartikan dengan kedua telapak tangan. Padahal makna yang benar bukan telapak. Sebab kalau diartikan dengan telapak, berarti hanya bagian dalam saja. Yang benar bukan telapak tangan tetapi tapak tangan. Tapak tangan itu terdiri dari bagian dalam dan bagian luar (punggung). Maka bagian dalam dan luar (batinul kaffi dan zhahiruhu) bukan termasuk aurat, sehingga boleh nampak dan terlihat. Maka tidak bisa disalahkan ketika ada wanita shalat, dengan punggung tangan terbuka dan terlihat. Sebab punggung tangan itu bukan aurat baginya.
Kesalahan interpretasi karena hanya mengandalkan terjemahan itu memang sangat fatal akibatnya. Karena itu, kami tetap berkeyakinan bahwa belajar bahasa arab itu hukumnya nyaris sudah wajib bagi tiap muslim. Agar jangan sampai terjadi kesalahan interpretasi dalam hukum. Sayangnya, sedikit sekali kesadaran umat Islam untuk belajar bahasa arab. Dan tetap masih asyik membaca buku terjemahan. Padahal kami memandang membaca buku terjemahan mengandung resiko besar.
Salah satunya adalah pertanyaan yang datang kepada kami tentang dalil kewajiban memakai jilbab. Wanita ini mempertanyakan dasar ayatnya. Menurutnya, di Al-Quran tidak pernah ada perintah yang mewajibkan wanita untu memakai jilbab. Ketika kami sodori ayat 59 dari surat Al-Ahzab, dengan sigapnya dia menepis dengan komentar bahwa di dalam ayat itu Allah tidak pernah memerintahkan wanita pakai jilbab. Sebab terjemahannya begini:
Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka (QS. Al-Ahzab:59)
Menurutnya, karena cuma diawali dengan kata “hendaklah”, maka hukumnya bukan wajib, melainkan anjuran. Nah, kalau sudah begini, siapa yang mau disalahkan? Kata ''hendaklah'' dalam rasa bahasa Indonesia, memang tidak bisa diartikan sebagai kewajiban. Masalahnya sekarang, siapa yang mengartikan ayat itu dengan lafadz ''hendaklah''? Sehingga muncul kesalah-pahaman fatal seperti ini.
Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian ''lucu'' seperti ini, sehingga menambah semangat kita untuk sadar akan pentingnya belajar bahasa arab dan sekaligus belajar ilmu syariah. Kalau hanya mengandalkan buku bacaan terjemahan Al-Quran atau hadits saja, memang akan begitu jadinya.
Jangan sekali-kali baca terjemahan Al-Quran, kecuali anda baca juga kitab-kitab tafsirnya. Jangan baca terjemahan hadits, kecuali anda baca juga kitab-kitab syarahnya (penjelasan). Kalau tidak tahu, maka bertanyalah kepada yang punya ilmunya.
Wallahu’alam bishawab semoga bermanfaat… :)
Bekal Pejuang Sejati
Ada sebagian orang yang putus harapan dalam perjuangan dakwah islam karna ketidak mampuan umat islam dalam hal kekuatan material sambil berkata : “Bangsa-bangsa Timur tidak akan mampu bangkit dan berpacu dengan bangsa-bangsa Barat, karena mereka tidak memiliki kekuatan fisik yang memadai untuk perjuangan mereka, seperti dana, sarana tempur, prasarana dakwah dan sebaginya. Lain halnya dengan Barat yang memiliki sejumlah kekuatan fisik dengan perkembangan teknologi yang begitu sangat canggih”.
Hm…bisa jadi bener, tapi yang jelas lebih banyak salahnya. But, qta ga bisa salahkan asumsi tersebut. Bisa jadi mereka melupakan sat hal yang penting banget, bahwa ada kekuatan terpenting dalam perjuangan dakwah islam. Apaan tuh? kekuatan spiritual; akhlak luhur, jiwa mulia, kebenaran akidah dan ideologi, pengetahuan tinggi, tekad sekuat baja, semangat pengorbanan, kesatuan fikrah -pemikiran-, kesetiaan rasional dan loyalitas yang proporsional, semuanya modal utama dalam perjuangan.
Seyogyanya orang-orang Timur menyadari, bahwa sesungguhnya Barat telah merampas haknya dan menghancurkan hidupnya, “Jika mereka menyadari akan haknya tersebut, kemudian berusaha merubah diri sendiri, membangun kekuatan spiritual yang dahsyat dan membina keluhuran budi pekerti, niscaya sarana-sarana kekuatan fisik itu dengan sendirinya akan datang kepada mereka dari berbagai arah. Sungguh terlalu banyak lembaran sejarah yang membuktikan akan hal itu.”
Para pejuang n akhtivis dakwah sejati menyakini ini sepenuhnya. Coz keyakinan inilah yang mendorong mereka terus mensucikan hati, menguatkan jiwa, meluhurkan budi pekerti. Keyakinan itu pulalah yang mendorong mereka untuk terus berjuang menyebarkan dakwah, memahamkan umat manusia akan hakikat misi dan ideologi yang mereka seru, kemudian menyeru umat untuk turut membersihkan jiwa dan meluruskan kehidupan mereka. Apakah qta bagian dari mereka?
Keyakinan ini bukan suatu yang dibuat-buat mereka sendiri, tetapi merupakan taujih Ilahi dalam Alquran:
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri.” Ar-Ra’d: 11 .
Bekal Aktivis Dakwah
Yups, emang bener. Sungguh luhur dan besar bekal dan kekuatan yang harus dimiliki para pejuang, aktivis dakwah ilallah. Masalah-masalah yang dihadapinya membutuhkan kekuatan spiritual -utamanya- dan kekuatan fisik.
Taklid buta, kerusakan hukum, penyimpangan kehidupan sosial, sikap-sikap hedonis yang akrab dengan masyarakat, merajalelanya isme-isme dan pemikiran destruktif kuat mencengkram negeri ini, amburadulnya pendidikan, hubungan silaturahmi yang kacau; adalah sebagian dari sekian permasalahan yang dihadapi dakwah.
Akankah masalah-masalah kompleks tersebut dapat terselesaikan? Mungkinkah? (bukan lagu lho ya). Klo qta yakin masalah tersebut bisa terselesaikan dan sangat mungkin, kapan selesainya?
Ukhtifillah, jalan ini amatlah panjang… sungguh panjang…
Para pakar ilmu sosial menyatakan, “Bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini akan menjadi kenyataan esok hari.”
Siapa yang nyangka sebelumnya kalau para ilmuwan sampai pada penemuan penemuan dahsyat seperti yang kita saksikan sekarang. Bahkan para ilmuwan itu sebelumnya tidak percaya, ketika hal itu terjadi mereka semakin yakin dengan pernyataan dalam perspektif filsafat sosial itu.
Dalam perspektif sejarah, bangunnya semua bangsa di dunia selalu bermula dari kelemahan; sesuatu yang sering membuat orang percaya bahwa kemajuan yang akan mereka capai mustahil terjadi. Tapi di balik itu, sejarah sebenarnya mengajarkan kita bahwa kesabaran, keteguhan, kearifan dan ketenangan dalam melangkah, mengantarkan bangsa-bangsa lemah merangkak dari ketidakberdayaan menuju kejayaan.
Siapa yang bisa percaya sebelumnya, bahwa di tengah gurun pasir Jazirah Arab yang gersang dan kering kerontang itu akan memancar seberkas cahaya kearifan, di mana dengan kekuatan spiritual dan kemampuan berpolitik putra-putranya dapat menguasai semua kekuatan adidaya dunia?
Siapakah yang menyangka, sosok seperti Abu Bakar yang lemah lembut itu tiba-tiba saja mengirim pasukan untuk memerangi para pembangkang, pemberontak dan kaum murtad di Yamamah.
Siapa yang menyangka sosok-sosok pribadi yang dahulunya mengajar di surau-surau, tiba-tiba suaranya terdengar di seantero nusantara lewat mikrofon gedung parlemen.
Ikhwah fillah…
Walau demikian hebatnya cobaan dan tantangan yang harus dihadapi, walau demikian berat beban perjuangan ini, walau demikian besar biaya persiapan bekal dakwah ini, walaupun demikian panjangnya jalan dakwah ini, namun semuanya tetap harus dijalankan, harus diyakini, bahwa tak ada jalan lain untuk membangun kejayaan umat kecuali dengan dakwah ilallah.
Seorang pekerja, pertama kali harus bekerja menunaikan kewajibannya, baru kemudian boleh mengharap hasil kerjanya. Jika ia telah bekerja, berarti ia telah menunaikan kewajiban dan pasti kelak akan mendapat balasan dari Allah. Tak ada keraguan dalam hal ini, selagi syarat-syarat terpenuhi. Sedang masalah hasil, itu terserah kepada Allah swt. Boleh jadi peluang kemenangan itu datang tanpa terduga, sehingga ia memperoleh hasil yang sangat memuaskan dan penuh berkah.Sementara bila ia tidak bekerja, ia akan mendapat dosa karena tidak berbuat, ia juga akan kehilangan pahala jihad, dan tentu saja dia sama sekali tidak akan mendapatkan hasil di dunia.
Allah menegaskan hal itu dalam firman-Nya:
“Dan ingatlah ketika suatu umat di antara mereka berkata: Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab dengan keras? Mereka menjawab: Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa! Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zhalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” Al-A’raf: 164-165.
Ikhwah Fillah…
Mari kita dengarkan bersama senandung ayat-ayat Al Quran yang menggema pada segenap ufuk, yang memenuhi mayapada dan tujuh susun langit, yang membisikkan dalam diri setiap mukmin makna kebanggaan dan kemuliaan tertinggi.
“Sungguh Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman.” Al-Baqarah: 257.
Benar wahai para pejuang, benar, itulah panggilan Allah pada kita semua. Maka kita menjawab panggilan-Nya:
“Ya Allah, segala puji, segala syukur yang tiada terbilang hanya untuk-Mu. Engkau dan hanya Engkaulah Pelindung orang-orang beriman, Penolong orang-orang yang berbuat kebaikan, Pembela orang-orang tertindas, yang diperangi dalam rumah-rumah mereka. Sungguh terhormatlah orang yang bersandar pada-Mu, dan niscaya menanglah orang yang berlindung di bawah perlindungan-Mu.”
Karenanya, seyogianya kita tetap optimis dan yakin dengan janji-janji-Nya, serta tegar dan bersabar dalam menapaki langkah-langkah perjuangan sampai ke tujuan. Pesan Rasulullah saw. kepada para pejuang: “Bersabarlah, bersabarlah dalam barisan dakwah, dan jangan meninggalkan barisan dakwah, sampai kamu melihat ada kekufuran nyata dalam barisan dakwah itu.” Selain juga, tidak mudah mengisi kemenangan dan memimpin suatu negeri, tidak sesederhana yang kita mimpikan. Jangan karena tidak setuju dengan langkah dakwah, kita meninggalkan barisan dakwah, dan menggalang kekuatan lain. Negeri ini membutuhkan orang-orang yang siap berkorban dan bekerjasama dengan sesama pejuang dakwah, bahkan dengan siapa saja yang menginginkan kebaikan bagi negeri ini, karena negeri ini tidak mungkin dikelola oleh satu kelompok tertentu. Bersabarlah!
Dan dengan keyakinan dan kesabaran itulah Allah swt. akan menjadikan orang-orang beriman mampu memimpin umat manusia di dunia ini.
“Dan Kami jadikan dari mereka pemimpin ketika mereka bersabar dan mereka pun yakin dengan ayat-ayat Kami.” As-Sajdah:24
Kita sandarkan semuanya kepada Allah swt., kita tapaki langkah-langkah ini dengan penuh izzah -bangga diri- dengan identitas Islam milik-Nya:
Jangan panggil aku
Kecuali dengan seruan “Hai hamba-Nya”,
Karena itulah semulia-mulia namaku.
Islamlah ayahku,
Aku tak punya ayah selain itu
Biarlah mereka bangga dengan Qais atau Tamim
Selamat bekerja. Dan bersabarlah. Allah bersama para pejuang sejati.
Diadaptasikan dari: dakwatunna.com
Senin, 17 November 2008
Pengumuman..
Untuk para alumni akhwat Assalam 05
yang belum mendapatkan CD kenangan assalam waktu tasyakuran
bisa menghubungi korwat media (Fitria L).
Gratiiiisss lohh ><
jazakillah untuk perhatiannya
Rabu, 12 November 2008
Wahai Ukhti Renungkanlah
Bersihkan Jalan Perjuangan…. Rapatkan kembali barisan…….
Ketika melangkah di jalan dakwah, seringkali banyak hal yang terlupakan. Mudah-mudahan dengan artikel menarik ini mengingatkan qta kembali akan hakikat qta sebagai muslimah. Teruntuk adik-adik Assalam yang sholehah, mudah-mudahan tak hanya selintas saja kata-kata yang tertulis dalam artikel ini singgah di hati, tapi menjadi sarana qta untuk senantiasa memperbaiki diri………………..
Wahai Ukhti….., renungkanlah hal ini…..
Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.
Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akhirat, berkenan menyambutmu…
Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..
Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….
Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai ya ukhti……….
Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu
Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat penderitaan orang lain, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.
Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.
Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa, mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat.
Ukhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik.
Ukhti…tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,
Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam
Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….
Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan ujub, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu
Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan menghawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di beri rizki sepelit itu.
Ukhti…rutinnya ta’limmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi
Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah
Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,
Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?
Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang ikhwan akan segara menghampirimu
Ukhti…masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di pelaminan hijaumu
Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu
Ukhti…muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan sikap anti yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik
Ukhti…pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang yang solehah
Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar akhwat solehah,
Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain
Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang
sumber, http://gugundesign.wordpress.com
”Sesungguhnya agama ini mudah dan tidak ada yang memberatkan diri sendiri kecuali agama itu akan mengalahkannya. Karenanya luruskanlah langkah dan kokohkanlah, berusahalah untuk selalu mendekati (target ideal), bergembiralah (jangan pesimis) dan meminta tolonglah dengan waktu pagi, waktu sore dan sedikit malam.” (H.R. Bukhari)
AKHWAT SEJATI 2
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro', tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al - Qur'an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al - Qur'an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar - Rahman Ar - Rahiim.
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
AKHWAT SEJATI
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.
Anakku…
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.
Ketahuilah putriku…
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah…
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.Setelah itu sang anak kembali bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?” Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”
Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”. (Muslimah Sholihah)
dari pelbagai sumber
Rabu, 29 Oktober 2008
SILAH with Safi Ameera
assalamualaikum wr wb... Kamis, 23 Oktober 2008
Untuk info aja buat akhwat2 Polban. agenda dept. keputrian di bulan Oktober ni ada SILAH (Studi Muslimah) n Rasi Putri (Rapat Koordinasi Ketua Keputrian).
SILAH insya allah akan dilaksanakan pd hari Jum'at, 24 Oktober 2008 dengan tema Cara Merawat Diri untuk Akhwat2 Polban yg super duper sibuk,,heu..
di SILAH ni ada juga demo dari akhwat2 dr Safi Ameera..mereka jg yg bakal ngasih ilmu bwt qt ttg cara merawat diri.
truss...Rasi Putri insya Allah ada dlaksanakan tgl 27 Oktober 2008,,utk para kaput rohim,asrama n DKM diharapkan kehadirannya.nti jarkomnya menyusul..
kalau agenda assalam terdekat yaitu....C-MOS. ni acara untuk para calon anggota baru Assalam. so.. yg mau gabung bareng qt d Assalam,,ayo..kudu n wajib ikutan acara C-MOS. acranya tgl 25 n 26 Okt 08. untuk info lebih lanjut,hub aja teteh2 assalam d prodi'y masing2.
jazakillah untuk perhatiannya...
Agar Pergaulan Tetap Lestari
Pertama, kalau orang lain mengucapkan salam, maka harus dijawab dengn salam. mengucapkan salam adalah sunah, tapi menjawab slaam adalah wajib; fardhu kifayah, kecuali slam ketika sholat tidak perlu dijawab. Ada ketentuan slam tidak boleh diucapkan kepada non-muslim.
Kedua, kalau orang lain mengundang, penuhi undangannya. Secara khusus agama menganjurkan dua acara keluarga melibatkan orang lain; walimatul nikah dan walimatul aqiqah. Nikah dalam ajaran Islam tidak boleh sirri atau dengan sembunyi-sembunyi, tapi harus dipublikasikan. Dalam ajaran Islam jika seorang bayi lahir, maka di hari ketujuh disunatkan untuk; mencukur rambut, mengumumkan namanya dan aqiqah; yaitu menyembelih seekor kambing untuk bayi perempuan dan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki.
Ketiga, Kalau orang lain meminta nasihat, atau saran berikanlah nasihat seperlunya. Jangan sampai orang yang sedang mengalami kesulitan dan menumpahkan kesulitnya kemudian diperberat. Sampai Nabi mengatakan kalau ada temanmu menceritakan mimpinya yang jelek berikan tafsiran yang baik supaya tidk putus asa dan menjadi pesimis. Berikanlah orang lain harapan-harapan dan rasa optimis dalam menjalankan kehidupan. Hal ini perlu dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya.
Keempat, kalau orang lain bersin dan mengucapkan "alhamdulillah", maka di jawab "yarhamukallah".
Kelima, kalau orang lain sakit doakan dan kunjungi. Kalau mengunjungi yang sakit dianjurkan untuk tidak membebani keluarga yang sakit, baik material ataupun moral. Bahkan lebih baik membantu meringankanya.
Keenam, Kalau orang lain meninggal dunia, maka antarkanlah sampai kekuburanya. Kalau ada orang yang meninggal dunia, walaupun orang itu tidak beres, maka ucapkanlah inna lillahi wa inna illaihi raji'un. Tapi jika orang meninggal dunia non-Muslim, janganlah mengucapkan inna lillahi wa inna illaihi raji'un. Kalau ada orang yang membawa jenazah dan melewatinya dianjurkan untuk berdiri, walaupun yang meninggal dunia non-Muslim. Jika melihat mayat dianjurkan untuk menutup mulut dan matanya, kemudian tanganya harus disimpan di dadanya. Selanjutnya dimandikan, dikafani, dan dikubur. Jika mayat akan dikubur, jangan ada barang apapun yang dibawa kecuali kain kafan. Bahkan makampun jangan dibuat mewah, boleh ditembok itupun hanya pinggirnya saja. Begitu juga dengan peti mayat, jika mayat dalam keadaan normal lebih baik tidak menggunakan peti. Apabila menggunakan peti, maka dalam peti harus diberi tanah.
Jika petunjuk-petunjuk diatas dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kehidupan antara sesma Muslim akan terjelma kehidupan yang harmonis. Dengan begitu manisnya ukhuwah akan terasa..
Minggu, 31 Agustus 2008
Ayo..Sambut Bulan Ramadhan dengan Jilbab Putihmu
Waahh… Senangnya ramadhan tlah tiba
Untuk menyambutnya, Dept. Keputrian ASSALAM mengajak semua muslimah POLBAN untuk pakai jilbab putih di hari ke-3 Ramadhan (3 Sept). Moga dengan jilbab putih yang qt pakai semakin menambah kekhusyu’an & keistiqomahan qt dalam beribadah. Ayo bersihkan hati, sucikan diri dan raih Ridho Illahi di Ramadhan 1429 H..
Jumat, 22 Agustus 2008
Marhaban....
Bangkitlah…mujahid…bangkitlah..
Siapkan..dirimu..siapkan…
Tak kan pernah usai perjuangan hingga ajal kan menjelang..
Alhamdulillah, semester baru…
Tak terasa ya, waktu berlalu begitu cepat. Nah, yuk qta evaluasi! selama ini apa sih yang sudah qta lakukan. Baiknya sih ga cuma dievaluasi aja tapi juga harus ada planning yang matang (harus visioner). Yah pke konsep 5 W + 1 H. Apa sih yang akan ukhti lakukan? Targetan apa yang ingin ukhti dicapai? Dan lain sebagainya. Semua bermula dari diri qta. Yups, Qta harus berencana dan berusaha, klo hasilnya Allah yang menentukan.
Selamat datang.....untuk sahabat-sahabat yang baru masuk kampus POLBAN. Semoga ilmunya bermanfaat bagi umat. Niatkan semuanya untuk beribadah, so ga cuma pinter tapi juga dapet bonus pahala berbunga pahala. Keep strugle ya dengan ospek kampusnya! Cayo...Qta pasti bisa melewatinya! Hadapi..Hayati..Nikmati...

Ukhti .......
Bukan MUJAHIDAH jika tiada berpeluh
Bukan pula jika berkeluh
MUJAHIDAH ia jika tiada gentar
MUJAHIDAH ia jika bersabar
Jika kita semua sama-sama merindukan kebenaran, kejujuran, keikhlasan dan keridhaan Allah,
Jika kita semua pecinta kebenaran merindukan suasana masyarakat yang terjalin aman dan sejahtera,
Dan merindukan tertegaknya kalimah Allah di muka bumi serta merindukan keampunan Illahi,
Mari menempuh perjalanan ini bersama. Sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat.
Bagi mujahidah-mujahidah Polban baru (Angkatan 2008), yuk gabung dengan qta di UKM ASSALAM Polban. Ditunggu ya partisipasinya!
Kamis, 10 Juli 2008
Siapa Mau Ta'aruf?...
Salam..salam.... hai saudaraku, slamat datang di webnya ini..
Assalam ntu apaan sich? nama mesjidnya POLBAN ya? No...no..no.. Assalam itu singkatan dari Assosiasi Mahasiswa Islam POLBAN, slain itu Assalam juga punya arti keselamatan, akar kata dari Islam, cieh... Eh, jangan salah lho. Umur Assalam masih balita, baru belajar jalan, lari plus loncat. Lho qo? iya, lha wong Assalam baru didirikan pada tanggal 29 Juni 2006 Masehi bertepatan dengan tanggal 3 Jumadil Tsani 1427 H. So, Juni kemaren Assalam baru genap berusia 2 tahun..(klo bayi lagi lucu-lucunya lho). Assalam ini, one and only one, ga da duanya di kampus Polban. Satu-satunya UKM keislaman alias Lembaga Dakwah Kampus alias Rohisnya Polban.Emang sebelumnya di Polban ga da rohis ya? Heit..siapa bilang? dulu di Polban ada KAMUPI (eyangnya Assalam) terus ada ROBEM alias Rohis BEMA (umminya Assalam). Nah berdirinya Assalam adalah upaya berbagai pihak di kampus yang pengen dakwah di Polban makin maju dengan jangkauan yang lebih luas (ups..kaya provider jaringan, perhatian bukan sponsor.red).
Di taun pertamanya, UKM ASSALAM diketuai oleh Akh Eka Ahmad Fauzi (EC'04). Walau baru berdiri, Assalam punya departemen-departemen yang mengakomodir potensi dakwah semua anggota via berbagai media. Ada ada aja sich? Dept.PSDM, Dept.Syiar, Dept.Media, Dept.Danus, Dept. Sosial, Dept. Humas, and Dept.spesial buat para akhwat: Keputrian yang diketuai Ukh Hasmawati (TQim'04). Assalam juga punya biro khusus kesekretariatan. Sekre kita saat ini ada di kompleks Masjid Kampus Tercinta, Lukmanul Hakim. Nah, itu kepengurusan Assalam pertama. Walau belum genap setaun, Assalam uday dipercaya jadi EO event-event besar keislaman dalam Lustrum Polban yang ke seperempat abad. Ada Festifal Nasyid SMA se Jabar, Seminar Perbankan Syariah, Seminar Profesionalisme Dosen, dan Trainging Public Speaking n Enterpreneurship.
Kepengurusan selanjutnya, Assalam diketuai Akh Salman A.T (TC'05). Dibawah kepemimpinannya, Dept.Syiar n' Sosial di fusion alias digabungkan. Anggota Assalam subhanallah mulai buanyak,..mudah mudahan kuantitasnya sebanding dengan kualitasnya ya!Kepengurusan beliau baru berakhir Juni lalu. Sekarang digantikan oleh Akh Bakharudin Yusuf alias Bayu (EC'06).
Mo lebih tau tentang aktivitas qta di Assalam? simak terus artikel selanjutnya...


